Posted by: adhiwin | April 24, 2009

Gain or Loss ?

aslan-and-lucyMereka menemukan Edmund dirawat Bu Berang-berang sedikit dibelakang garis pertempuran. Tubuhnya tertutup darah, mulutnya terbuka, dan wajahnya kehijauan.

 

“Cepat, Lucy,” kata Aslan.

 

Kemudian, hampir untuk pertama kalinya Lucy ingat botol cairan berharga yang diberikan kepadanya sebagai hadiah Natal. Tangannya gemetar begitu hebat sehingga dia nyaris tidak bias membuka tutupnya, tapi akhirnya dia berhasil dan menuangkan beberapa tetes isinya ke dalam mulut saudaranya.

 

“Ada yang lain yang juga terluka,” kata Aslan ketika Lucy masih menatap penuh harap kepada wajah pucat Edmund dan bertanya-tanya apakah cairan itu berhasil.

 

“Ya, aku tahu,” kata Lucy kesal. “Tunggu sebentar.”

 

“Putri Hawa,” kata Aslan dengan suara lebih tegas, “yang lain juga sedang sekarat. Apakah harus ada yang lain meninggal karena Edmund?”

 

(Cited from The Chronicles of Narnia : The Lion, the Witch, and the Wardrobe, by C.S.Lewis)

 

Share my precious ? Serve the others ? Hmmm…

 

OK, let say I am not a selfish person.. I do care my neighbours.. I am the big giver !!

 

Hey.. But at the same time you have to fully pay attention to your beloved one coz you’re gonna loose him / her forever……

 

Then, I’ll start to make an excuse.. C’mon.. This time only.. I’ll take a break just for a while, please.. It’s not about me ! It’s about the people I love ! I just want to help him / her. Don’t You understand ? I do it for others, not for myself ! Really ! Even I do not care about myself, I am not a selfish man ! I really can’t understand why You ask me to give it to others !! Why do You ask to serve the others during this condition? Stop disturbing my life !

 

But ask yourself first….

 

I have the things which are belong to me

or

I am just borrowed those things that actually belong to HIM ?

 

 

I will loose my precious

or

I will get a special opportunity to learn sharing HIS grace to others ?

 

 

It’s really about my beloved one loosing something he / she need

or

It’s just about me afraid of loosing him / her?

 

 

I willingly get nothing but just see my beloved one is OK

or

I willingly get nothing but just dedicate my best to HIM?

 

 

I know the best for my beloved one

or

HE knows the best for all of HIS beloved?

 

 

Remember Elijah, who poured the water during the battle with false prophet in Mount Carmel ?

 

Just like Ko Billy said that it is not just to call attention to the super power of his God on fire miracle afterwards. The meaning is higher than that. Water is the most precious thing during that heavy drought period, but he dedicated it to God.

 

The people around him might shout to him, “How dare you throw away the most precious things! People really need the water, and you just threw it away in a large amount? It’s much better should you give it to the thirsty ones! Insane! Seriously ??? Seriously !!!!”

 

But..

 

He knows how high God’s demand is..

He understands his position and God’s position..

He knows what a true giving is..

He understands what kind of tribute that he has to dedicate to God..

He fully understands that God will fulfil their need adequately in His point of view..

 

My Lord always gives the best for me, even The Most Precious One to me, what is my response?

 

Let’s see her decision after a hard consideration….

 

“Maafkan aku, Aslan,” kata Lucy, bangkit dan pergi bersama singa itu.

 

…….

 

Ketika akhirnya bebas untuk kembali kepada Edmund, Lucy melihat kakaknya berdiri sendiri dan bukan saja sembuh dari luka-lukanya, tapi juga tampak jauh lebih baik daripada lama sebelumnya.

 

 

Yes, I always know the answer, as guessed. But remember, it is not as simple as I thought to make it real!

 dedication-posters

Perhaps it may not a happy ending story, like this story, but it does not matter, coz you’ve done your part well. You’ve dedicated your best to God, coz He deserved receive the best. 

 

So,

It’s not about got something or looses something…

It’s about self denial,

It’s about sharing,

It’s about giving,

It’s about dedication,

It’s about tribute….

Posted by: adhiwin | January 2, 2009

100% Partikel & 100% Gelombang !!!

atom-with-electronsPartikel itu…. ya… partikel,

  • Dalam waktu tertentu hanya bisa berada dalam satu posisi dalam ruang 3 dimensi.
  • Countable
  • 1 + 1 = 2
  • Memiliki massa tertentu.
  • Diskrit, terkuantisasi
  • Bisa digunakan sebagai medium oleh gelombang untuk merambat

waveblu Gelombang itu…. ya… gelombang,

  • Dalam waktu tertentu bisa memenuhi ruang 3 dimensi tertentu
  • Uncountable
  • 1 + 1 = Tergantung hasil interferensi
  • Tidak memiliki massa
  • Continous
  • Gangguan yang merambat

 

Tapi ilmu Fisika modern telah membuktikan bahwa : Partikel pada momen tertentu berperilaku seperti Gelombang, dan Gelombang pada momen tertentu berperilaku seperti partikel.

 

How come ???

 

Rasio dan insting memaksa kita untuk berkata bahwa ini tidak mungkin, tapi Fakta ilmu Fisika Modern memaksa kita untuk berkata bahwa ini memang bukan saja mungkin, tapi memang demikian adanya.

 

Cahaya itu ya gelombang.. But, Wait a minute !! See this phenomenon first sebelum mengambil kesimpulan.

 

Heinrich Rudolf Hertz menemukan fenomena efek Fotolistrik yang membingungkan para Fisikawan waktu itu.

 

photoelectric-1

 

Sebuah logam ketika diberi cahaya akan melepaskan elektron, yang akan menghasilkan arus listrik jika disambung ke rangkaian tertutup.

Jika cahaya adalah gelombang seperti yang telah diprediksikan oleh Fisika klasik, maka seharusnya semakin tinggi intensitas cahaya yang diberikan maka semakin besar arus yang terdeteksi. Namun hasil eksperimen menunjukkan bahwa walaupun intensitas cahaya yang diberikan maksimum, elektron tidak muncul juga dari plat logam.

 

 

photoelectric-2

 

Tetapi ketika diberikan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek (frekuensi lebih tinggi, ke arah warna ungu dari spektrum cahaya) dari sebelumnya, tiba-tiba elektron lepas dari plat logam sehingga terdeteksi arus listrik, padahal intensitas yang diberikan lebih kecil dari intensitas sebelumnya. Berarti, energi yang dibutuhkan oleh plat logam untuk melepaskan elektronnya tergantung pada panjang gelombang. Fenomena ini tidak dapat dijelaskan oleh para Fisikawan pada waktu itu. Kalau cahaya itu memang benar-benar gelombang, yang memiliki sifat kontinyu, bukankah seharusnya energi yang bisa diserap darinya bisa bernilai berapa saja ? Tapi ternyata hanya jumlah energi tertentu saja yang bisa diserap untuk melepaskan elektron bebas.

 

photon

 

Teka-teki ini akhirnya dijawab oleh Albert Einstein, yang mengemukakan bahwa cahaya terkuantisasi dalam gumpalan, gumpalan partikel cahaya yang disebut foton. Energi yang dibawa oleh foton sebanding dengan frekuensi cahaya dan tetapan yang disebut konstanta Planck. Dibutuhkan sebuah foton dengan energi yang lebih tinggi dari energi ikatan elektron untuk melepaskan elektron keluar dari plat logam. Ketika frekuensi cahaya yang diberikan masih rendah, maka walaupun intensitas cahaya yang diberikan maksimum, foton tidak memiliki cukup energi untuk melepaskan electron dari ikatannya. Tapi ketika frekuensi cahaya yang diberikan lebih tinggi, maka walaupun terdapat hanya 1 foton saja (intensitas rendah) dengan energi yang cukup, foton tersebut mampu untuk melepaskan 1 elektron dari ikatannya. Intensitas cahaya dinaikkan berarti akan semakin banyak jumlah foton yang dilepaskan, akibatnya semakin banyak elektron yang akan lepas. Einstein menjawab teka-teki mengenai fotolistrik.

 

Perilaku cahaya yang seperti partikel ini lebih di dramatisir pada efek Compton. Ketika sebuah electron disinari oleh sinar X-ray atau Gamma, maka elektron tersebut akan terpental dan frekuensi sinar yang ditembakkan akan berkurang.

 96917-004-def9830c

Fenomena ini mirip dengan tumbukan 2 buah bola billiard. Bola putih yang menumbuk bola lain akan menyebabkan bola lain tersebut terpental dengan sudut tertentu terhadap bola putih, dan kecepatan bola putih akan berkurang.

 

billia24

 

  

Teori Einstein bahwa cahaya terdiri dari gumpalan foton dapat menjawab efek Compton tersebut. Sebuah foton (bola putih) akan bertumbukan dengan elektron (bola berwarna) sehingga menyebabkan elektron terpental dengan sudut tertentu dan energi foton berkurang sehingga momentum total foton dan elektron tetap kekal.

 

compton

 

Cahaya punya momentum ?

 

Jadi cahaya itu gelombang atau partikel ?

Atau dia merupakan gelombang dan sekaligus juga partikel?

 

 

Elektron itu ya partikel.. But, wait a minute !! See this phenomenon first sebelum mengambil kesimpulan.

 

interferensi-youngThomas Young menemukan fenomena interferensi cahaya yang penting, yang terkenal dengan nama eksperimen interferensi celah ganda Young. Ketika gelombang cahaya monokromatis ditembakkan ke dua celah yang bersebelahan, maka akan terjadi interferensi gelap-terang yang kontinu karena di satu tempat puncak gelombang bertemu dengan puncak gelombang lainnya menghasilkan interferensi maksimum,sehingga terlihat terang maksimum, dan di tempat lain, lembah gelombang bertemu dengan lembah gelombang lainnya menghasilkan interferensi minimum, sehingga terlihat gelap.

 

 

youngsdoubleslit

 

Fenomena yang sangat berebeda akan terjadi apabila yang ditembakkan adalah partikel. Jika sebuah senapan electron menembaki dinding yang berisi 2 celah tersebut, maka rasio dan insting kita akan mengatakan bahwa beberapa elektron akan terkumpul di satu sisi di belakang celah, dan beberapa electron lainnya akan terkumpul di satu sisi di belakang celah satunya. Tidak ada interferensi.

sgt_gunn 

Tapi benarkah itu yang terjadi ??? Tidak ! Eksperimen menunjukkan bahwa elektron tersebut berinterferensi membentuk posisi gelap-terang, persis seperti pola interferensi cahaya Young.

 

double-slit_experiment_results_tanamura_2

 

Elektron berinterferensi ?

 

Jadi elektron itu partikel atau gelombang ?

Atau dia merupakan gelombang dan sekaligus juga partikel ?

 

65600218_d81c86041dSo, I was wondering to myself:

What is the mystery behind this phenomena ?

Is it just a shadow of the bigger phenomena about The Creator to shows one among many of His marvellous works?

 

I let you find the answer!

Posted by: adhiwin | August 13, 2008

Another Side

It was started with the phone conversation.

Me         : Hu..hu.. I’m very sad, feel lonely.. (huuuhh.. so menye-menye..)

Him        : Yeah, but it’s the best way to solve that never-ending  problem..

Me         : But it’s not fair at all.. It’s not fair.. Coz u will have someone else who escort u to face the problem, someone else who will substitute the problem. It will be easier for you to solve it. And Me ???  I have no one that will be with me passing this phase.

 Him       : I’m absolutely sure you will be able to pass this, bro. You have made promise to yourself, and I have made it also to myself. This is the best way. Then find someone who will accompany u.

Me         : Oh. C’mon… Who ??? Who will be with me ??? This is absolutely not fair !! Not fair !! You will have a lot of support from her !! And me ?? No one !! No one !! not a single person !! It’s selfish !! I’m very sad about it, bro.. I’m very very sad…

Him        : Hmmm.. Don’t be sad bro. It’s the best way for us…

Me         : No..no… it’s not fair…

Him        : You’re stronger than me, you’re tougher than me.. That’s why you will face it lonely..  But me, I may be weaker than you. I may not able to face it lonely just like you. That’s why I am granted someone helping me.

Me         : ……….

I was speechless, then I was wondering to myself..  Am I ???? Really ?? I don’t think so.. or It’s just his trick to make me calm down ???

Me         : Yeah.. whatever, bro.. but I’m still sad

Him        : Be strong and take your courage, bro. You will pass it and I’m sure that you will find someone, someone special who will be the best for you. Take care, bro. Bye.

Me         : OK. Bye.. Thanks.

This conversation made me think again.. Yeah, I always see the bad side, only the bad impact on me.. I rarely see the good things, the good impact for me.  So selfish !!

Yeah.. Awe, turn the angle please…. Whenever you want to have pity on yourself, please always think that this is the very best way, so there must be goodness in everything that you face. HE knows your learning portion. Turn your way of think !!! I encourage myself : Never have pity on myself again !!! I will face it, not run away from it. I will be able to make it, coz a special oportunity to be developed into a tough man is given for me Yeah..

And it was finished with the hope. Coz hope will never fail, even though love and faith does. A Hope that I will be tough…..

Posted by: adhiwin | July 19, 2008

(Beautifully) Complicated

A week ago, I received an SMS from my little “menye-menye” (used to be or not.. I don’t know.. He..he..)dogol bro, who lives in the middle of nowhere.

He said, “Happy Sunday.. May His Grace shining upon you all day” and he quoted some sentences from Michael W Smith’s song, ”Friend”.

I replied, “Thank you. Hey, that’s the sentences from Michael W Smith’s song, Friend, isn’t it ? How r u ?”.

He answered, ” Yupie… I’ve just heard that song from my notebook. I’m doing just fine here, hoping the same for you.. How r you doing there ?”

A week before, I got some personal problem (hey.. it’s not work related problem, not as usual.. ^_^) and I was completely stucked with it. I just tried to escape from it (Yea..yea.. I know.. It’s my bad old habit) by not thinking of it at all, avoiding my mind think about it…

Then I told him my story, and he replied, “Someone told, it’s not good to escape from the problem”

Whoopssss… That “someone” is ME !!! I was stubbed !!!!!! D*M* !!! He used my word !!! I fully remember that I said to him not to escape from the problem, but face it, think the solution, coz it’s not helpfull at all if you were avoiding it.  Sooner or later you will face it, either you are willing to face it or not…. It’s unstoppable..   Yeaaahh.. it’s easier to talk than to walk the talk.. 

Then I said, “Yeah… I know.. I know.. Life is complicated and difficult… “

He replied, “If it isn’t difficult, It’s not life. Life is beautifully complicated thing.. I’m sure you can handle it.. If you can convinced me to face it, I bet you can handle it. It’s not that difficult.. You are one of the thoughest person I know” (the last sentence is not right.. as I always complain about all things.. He just don’t know.. Ha..ha….)

Hmm… OK.. Yeaahhh.. I fully agree with that statement.. It is difficult, but also beautiful. Our priest, Pak Tong, always remind us “Thank for every difficulties that you get, coz the difficulties itself is a wonderful gift”.  When I faced “the valley” a few years ago, I realize that statement. I learn sooo many things from it. It changed my character..

The harder the struggle, the tougher you will be.  Then, make it not only just a knowledge for you, AWe… Live in it !!!! Be brave, take courage !!!

The score is 1-1 right now.. The result is temporary draw…

Posted by: adhiwin | May 28, 2008

From Renaissance to Romantic (Part Two)

Let’s continue with Baroque Music !

Kata Baroque diperkirakan berasal dari bahasa Protugis kuno “barroco” yang berarti mutiara yang memiliki bentuk yang tidak bundar teratur namun lekukannya sangat kompleks dan detail. Terminologi Baroque dalam konteks informal sering dikaitkan dengan elaborasi (detail, complex, highly structured).  

“The Abduction of Europa” by Rembrandt

Let’s see bagaimana style Baroque yang berkembang pada abad ke-17 dalam berbagai bidang selain musik sebelum melihat bagaimana musik Baroque itu sendiri.

Arsitektur Baroque memiliki beberapa karakteristik, diantaranya naves yang zaman sebelumnya panjang dan sempit digantikan oleh bentuk yang lebih lebar dan sirkular, penggunaan cahaya secara dramatis, kaya akan ornamen, langit-langit yang dipenuhi fresco (wall painting) dalam skala besar, facade eksternal yang memiliki karakter proyeksi terpusat yang dramatis, interior seringkali tidak lebih dari tempat bagi lukisan dan patung ukiran.  Arsitektur Baroque tergolong mewah karena karakteristik-karakteristik yang telah disebutkan tadi. Tidak sedikit uang yang dibutuhkan untuk membuat suatu bangunan bergaya arsitektur Baroque. Namun perlu diingat bahwa pada zaman ini kolonialisme Eropa mulai bangkit. Kolonialisme membuat Eropa menjadi kaya dengan mengambil barang-barang dari negara yang mereka taklukan di belahan dunia luar Eropa. Oleh karena itu, isu keterbatasan finansial dalam membuat bangunan dengan style Baroque tidak terlalu relevan bagi orang zaman Baroque. 

Kiri : San Benedetto, Catania. Kanan : Doorway of the Jesuit college, Heiligenstadt

Kiri : Les Invalides, Paris. Kanan : Sant’Ivo alla Sapienza.

Style Baroque pada lukisan terlihat dari karakteristik yang lebih dramatis, memiliki warna yang lebih kaya dan dalam, pencahayaan yang lebih intens dan bayangan yang lebih gelap dibandingkan lukisan Renaissance. Dramatisasi ini terlihat juga dalam karya patung ukiran. Patung ukiran Baroque memilih titik yang paling dramatis, momen ketika even itu terjadi. Contoh : Michaelangelo (seniman Renaissance) membuat patung Daud sebelum bertempur dengan Goliat yang digambarkan sedang berdiri  memancarkan kegagahan seorang pria (gambar kiri). Berbeda halnya dengan patung Daud oleh Bernini (seniman Baroque) yang melukis momen ketika Daud sedang menarik ketapelnya sekuat tenaga untuk melemparkan batu menuju kepala Goliat (gambar kanan). Emosi dan passion lebih dimunculkan pada zaman Baroque, bandingkan dengan ketenangan rasional yang diagungkan di zaman Renaissance.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prinsip estetika yang serupa dengan arsitektur, lukisan, dan patung ukiran Baroque juga terlihat dalam Musik Baroque. Seperti halnya arsitektur Baroque, musik Baroque juga penuh dengan ornamentasi, memiliki kompleksitas yang tinggi dan detail.  Ornamen-ornamen seperti : Appoggiatura, Acciaccatura, Mordents, Trills, dan Turns mewarnai musik Baroque.

Teknik polyphony dan counterpoint yang digunakan di zaman Renaissance tetap digunakan di zaman Baroque, namun dikembangkan lebih lanjut. Pada zaman Renaissance, harmoni adalah hasil dari konsonan sesaat yang menuju pada aliran polyphony. Namun pada zaman Baroque, harmoni menjadi suatu hal yang penting, tidak hanya sesuatu yang bersifat insidental seperti di zaman Renaissance. Harmoni mucul sebagai chord yang merupakan suatu bentuk kumpulan beberapa nada yang dimainkan secara bersamaan dan memiliki fungsi yang penting di dalam sebuah komposisi.

Ritme dalam musik Baroque terdengar lebih jelas dibandingkan dengan ritme dalam musik Renaissance. Pendengar musik Baroque dapat dengan mudah mengikuti  ketukan musik Baroque.

Beberapa bentuk dan style musik berkembang di zaman Baroque seperti Suite (Allemande, Courante, Sarabande, Gigue, Gavotte, Minuet, Air, dll…), trio sonata, concerto grosso, cantata, dll…

Seperti  lukisan dan patung ukiran Baroque, musik Baroque terdengar lebih “colorful” dan “ekspresif” dibandingkan dengan musik Renaissance. Apa yang penyebabnya ? Musik Renaissance mementingkan struktur (istilah Jethro : “form over function”) sehingga yang terjadi ialah kata-kata menyesuaikan diri dengan nada lagu tersebut. Sehingga arti, ekspresi dari karya musik Renaissance tidak terlalu jelas. Apakah sang komposer ingin mengekpresikan keagungan, kesedihan, dsb, tidak terlalu jelas terlihat dalam musiknya walaupun musiknya terdengar sangat kaya dan indah. Di zaman Baroque, arti dan ekspresi dari suatu karya musik mulai mendapat peranan penting. Namun bukan berarti yang terjadi adalah bentuk, struktur, komposisi musik diabaikan, melainkan apa yang baik pada zaman Renaissance dikembangkan lagi. Musik disesuaikan dengan kata-kata dan arti dari karya yang dibuat. Jadi pada zaman ini yang terjadi bukanlah “function over form”, tetapi “function in form and form in function”. Arti dan ekspresi sebuah karya musik memang penting, tetapi bentuk, komposisi, dan struktur musik itu sendiri juga penting. Kata-kata di dalam musik, dan musik di dalam kata-kata. Satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan diantara function dan form. 

Musik Baroque lebih memiliki artikulasi dibandingkan dinamika. Namun bukan berarti musik Baroque tidak memiliki dinamika sama sekali. Musik Baroque memiliki dinamika, dan dinamika merupakan suatu hal yang penting dalam komposisi  musik Baroque, namun alat musik keyboard yang berkembang pada zaman Baroque, yakni harpischord dan organ, tidak mampu untuk menghasilkan rentang dinamika suara yang lebar. Walaupun dinamika musik Baroque tidak lebar, bukan berarti musik Baroque tidak memiliki efek dramatis. Energi dramatis tetap terasa dari awal hingga akhir sebuah komposisi Baroque, namun berada pada level yang cukup konstan. Sekali lagi,  artikulasi melebihi dinamika dalam musik Baroque.

Let’s take some examples of Baroque music… Cuplikan partitur di bawah adalah lagu “All We Like Sheep, Have Gone Astray” dari Messiah karya George Frideric Handel, salah satu komposer musik besar pada zaman Baroque yang berasal dari Inggris.

Perhatikan bahwa birama yang digunakan adalah 4/4. Dalam birama 4/4, ada suatu ordo natural yang disebut strong-beat dan weak-beat. Dalam 4 ketuk tersebut, yang terasa kuat ialah ketukan 1 dan 3, sedangkan ketukan 2 dan 4 lebuh lemah. Hal yang sama juga terdapat dalam speech, dalam suatu kata ada suku kata yang kuat, ada yang lemah. Misalnya dalam bahasa Inggris, kalau kata “Excellent” diucapkan, suku kata “ex” lebih kuat daripada suku kata “cellent”. Musik Baroque dalam menentukan ritme dan penempatan teks sangat memperhatikan hal-hal kecil seperti ini. Dalam contoh di atas terdapat teks “All we like Sheep, have gone astray. We have turned ev’ryone to his own way”. Kalau teks ini diucapkan, maka akan berbunyi seperti ini (huruf besar melambangkan suku kata yang diucapkan kuat dan huruf kecil melambangkan suku kata yang diucapkan lemah):

all WE like SHEEP, have GONE astray. we have TURNed  ev’ry ONE to his own WAY

Lihat penempatan teks dalam lagu tersebut. Suku kata yang kuat terletak di ketukan 1 atau 3 yang merupakan strong-beat, dan suku kata yang lemah terletak di ketukan 2 atau 4 yang merupakan weak-beat.

Dari segi melodi, arti dari kata-kata digambarkan dengan sangat baik oleh Handel melalui musiknya. Kata-kata “All we like sheep” dinyanyikan secara serentak oleh keempat section (sopran, alto, tenor, bass) yang bersama ingin menyatakan bahwa kita semua seperti domba. Kemudian diikuti dengan frase “Have gone astray”. Pada kata “astray” sebagai bagian dari frase “gone astray”, terlihat bahwa nada sopran bergerak naik sedangkan nada tenor bergerak turun. Kata “gone astray” yang berarti tersesat digambarkan oleh terpecahnya nada yang dinyanyikan oleh sopran dan tenor kemudian alto dan bass. Satu bergerak naik, sedangkan satu bergerak turun, keduanya tidak bergerak ke arah yang sama. Kemudian pada frasa “we have turned everyone to his own way” sopran, alto, tenor dan bass tidak bernyanyi secara bersamaan melainkan sendiri-sendiri secara bersahut-sahutan, menggambarkan “everyone to his own way”, tiap-tiap orang megambil jalannya sendiri-sendiri. Ketika tiap suara menyanyikan kata “turned”, Handel menggunakan not dengan durasi yang pendek (1/32) dan nadanya naik turun untuk menggambarkan perputaran, pengubahan arah yang terus menerus. Style lagu ini begitu lincah dan riang (lihat accompaignment nya), seperti sedang menggambarkan domba-domba yang lincah berlari kesana kemari. Melalui musik, Handel berusaha menyampaikan message bahwa kita semua seperti domba yang dengan lincah bergerak terpencar satu dengan yang lain, bergerak sendiri-sendiri ke sana kemari sesuka hati, sehingga tersesat. Kata-kata dan musiknya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Let’s take another example. “Fecit Potentiam” dari Magnificat in D Major karya Johann Sebastian Bach, salah satu komposer Baroque terbesar yang berasal dari Jerman. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Musik yang digunakan Bach untuk mendeskripsikan frase “Dispersit superbos” (bahasa latin, terjemahan bahasa Inggris : scatter the proud) sangat cocok dengan arti frasa tersebut. Pada kata “dispersit” (scatter), nada yang dinyanyikan sopran-alto-tenor-bass turun, tapi pada interval yang jauh, bersahut-sahutan secara acak, menggambarkan kondisi jatuh hancur berkeping-keping. Kemudian suara sopran-alto-tenor-bass kembali menyatu pada kata “superbos” (the proud), namun interval nada tiba-tiba melompat tinggi, dan chord yang digunakan adalah chord yang terkesan “remote” , yakni E#dim, nggak nyambung dengan chord sesaat sebelumnya, A mayor, dan nggak nyambung juga dengan tangga nada D mayor yang digunakan di lagu ini. Dalam tangga nada D mayor, chord yang terdengar masih dekat dan nyambung itu adalah D mayor, A mayor, G major, B minor, E minor, dan F#m.  Chord E#dim benar-benar terkesan remote, selain karena root yang digunakan E# , intervalnya diminished lagi, benar-benar “remote”.  Akibatnya kata “superboss” (the proud) ini terdengar kasar, tajam (scathing) dan terkesan jauh (remote).      

Musik boleh dikatakan mencapai puncak intelektualitas pada zaman Baroque ini. Seperti telah kita lihat bersama sebelumya, bahwa musik Baroque sangat detail, kaya akan ornamen, kompleks, dan menekankan artikulasi. Para komposer musik Baroque, seperti Handel dan Bach, benar-benar menentukan melodi, harmoni, dan ritme dari afeksi teks yang hendak mereka ekspresikan sehingga walaupun musiknya bisa dibilang bernilai tinggi, namun artinya lebih mudah dimengerti dibandingkan musik Renaissance karena musik Baroque yang digubah menggambarkan afeksi dari teks. Bandingkan dengan musik Renaissance yang hanya memperhatikan keindahan struktur dari musiknya tanpa memperhatikan afeksi dari teks. Akan tetapi rentang dinamika musik Baroque belum terlalu lebar, sehingga bisa dikatakan efek dramatis melalui dinamika masih kurang.

Salah satu value yang bisa disimpulkan dari musik Barouque adalah transenden sekaligus inkarnasional. Musik Baroque bernilai tinggi, namun pesan yang ingin disampaikan komposer tidak sulit untuk dipahami. Meaning yang hendak disampaikan bisa dimengerti dengan mudah, namun tidak berarti musik Baroque bernilai rendah. Dua atribut yang paradoks ini melekat pada musik Baroque. Value lainnya ialah satu kesatuan utuh antara teks dan musik. Tidak ada yang lebih dominan. Teks membentuk musik, dan musik menerangkan teks. Ada 2 hal yang berbeda, namun tidak saling berbenturan satu dengan yang lain, tidak ada yang dominan diantara keduanya. Keduanya bersinergi, membentuk kesatuan harmoni yang sangat indah.   

Sumber :     
1. Wikipedia (www.wikipedia.org)
2. Artikel “Musik dan Perkembangannya” by Jethro R
3. A Music Course for Students (Geoffrey Winters with D.E.Parry Williams), Oxford Univesity Press

Older Posts »

Categories